Oct 8, 2012

Di balik sebuah perjuangan

Tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini, bahkan untuk makanan yng diberikan label instan sekalipun kita harus mengolahnya agar bisa menikmati makanan itu, ga usah jauh-jauh deh contohnya mie instan. apa iya itu mie bisa langsung kita negak?bisa sih tapi kan rasanya ga nikmat :p

Begitu pula dengan perjanalan bisnis di sini, banyak testimoni yg saya baca bagaimana mereka menjalankan bisnis ini. dan sejujurnya testimoni itu mampu menguatkan saya untuk keep fighting disini karena saya sudah percaya sama companynya jadi tinggal bagaimana saya menguatkan mental untuk terus menjalani bsinis ini. Saya sudah menemukan passion disini, meski passion itu hadir setelah saya berbulan-bulan menjalani ini. ya passion itu kan harus dicari bukan di nanti dan bukan juga dijadikan alasan kalo gagal dengan bilang "saya ga punya passion disini".

saya menggangap menjalankan bisnis ini seperti merawat tanaman, yang harus kita tanam dahulu, kita kasih pupuk, kita perhatikan sinar mataharinya cukup atau tidak, kita perhatikan lahannya bagus atau tidak, kita siram tanpa harus berlebihan, kita aware agar terhindar dari hama...semua itu proses untuk mendapatkan pohon dan buah yang baik nantinya. semuanya butuh PROSES jenderal...nah sekarang tinggal kita yg menentukan berapa lama mau berproses sebulan, 2 bulan, 3 bulan, 5 tahun, 10 tahun?kalo sudha di tentukan waktunya mari mengeksekusi dengan ACTION.

kalo kata petugas pom bensin mah gini "mulai dari enol ya bu" samalah dengan bisnis ini, semuanya mulai dari 0 sesudah itu mari kita "berdarah-darah" untuk action #LebayDikit



seperti kemarin saat dateng ke OOM bulangan, mba nad (founder yg sdh dpt bmw x1 gratis ituhh) membawa sederetan baju2 ke atas panggung, beliau bercerita bahwa baju-baju ini adalah baju yang beliau pakai saat acara gala diner di oriflame. tentu penonton yg hadir saat itu bingung dan mungkin sebagian dr mereka berkata "terus maksutnya mau dilelang gitu bajunya sekarang?" hohohoho..tentu bukan itu jawabannya


ternyata di balik baju-baju glaomor itu adalah sebuah DASTER, yes as irt pasti itu pakaian wajub buat kitah :P. jadi menurut mba nad, mba nad itu tidak memulainya dgn langsung baju-baju mewah itu, tapi mba nad memulainya dari daster2 ini, memulainya dari rumahan, mba nad menganggap daster2 ini adalah zona nyaman beliau as Irt, tapi akhirnya blio bs out of zona nyaman dengan memakai gaun2 ini.

intinya..siapapun kita dan sedang berada di zona nyaman manapun kita...hurry up wake up karena ada hal yg lebih indah di luar sana untuk kita perjuangkan :)

0 komentar: